You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kebocoran Pipa Gas di Cipinang Cempedak Bisa Diatasi
photo Nurito - Beritajakarta.id

Kebocoran Pipa Gas di Cipinang Cempedak Bisa Diatasi

Kebakaran akibat kebocoran sebuah pipa gas bumi berdiameter 0,5 inci, di Jalan Cipinang Cempedak 10 RT 013/006, Cipinang Cempedak, Jatinegara, sudah bisa diatasi.

Api berhasil dipadamkan menggunakan alat pemadam api ringan. Namun karena masih bau gas, kita siagakan satu unit mobil pemadam sampai dinihari tadi

Kasie Operasi Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, Gatot Sulaiman mengatakan, kasus tersebut terjadi pada Rabu (8/6) sekitar pukul 22.30. Setelah dilakukan penanganan, petugas berhasil mengatasi

Pipa gas bumi yang bocor ini milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Belum diketahui penyebab pasti, namun diduganya kebocoran akibat anak-anak bermain petasan. Bocoran gas itu terkena lemparan petas hingga menimbulkan semburan api kecil.

2 Ruko dan Pos RW di Kampung Pulo Terbakar

"Api berhasil dipadamkan menggunakan alat pemadam api ringan. Namun karena masih bau gas, kita siagakan satu unit mobil pemadam sampai dinihari tadi," kata Gatot, Kamis (9/6)

Menurutnya, kondisi ini sudah berhasil diatasi. Sebab petugas PGN juga langsung tiba di lokasi kejadian dan mengatasi kebocoran gas tersebut. Sehingga pada pagi ini sudah tercium bau bocoran gas yang menyengat lagi seperti tadi malam.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1193 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1179 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye969 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye947 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye857 personBudhi Firmansyah Surapati